Omnibus Film Rectoverso

17 Feb 2013

Persembahan karya anak bangsa Indonesia, menghadirkan kembali omnibus film, Rectoverso. Sebuah film drama yang dikhususkan untuk menyambut hari kasih sayang sedunia (Valentine Day), 14 Februari 2013.

Omnibus film yang (katanya) menghadirkan 5 cerpen karya Dewi ‘Dee‘ Lestari, secara keseluruhan sangat menarik. Walau secara pribadi saia belum pernah membaca novel-novelnya.

5 judul cerpen yang dijadikan omnibus film Rectoverso, yaitu:

  • Malaikat Juga Tahu
  • Curhat Buat Sahabat
  • Cicak di Dinding
  • Firasat
  • Hanya Isyarat

Menurut kabar dari detikHot, ibaratnya lima cerita cinta yang menjadi satu film. Hebatnya, film ini digarap arahan sutradara artis kondang, seperti Marcella Zalianty, Olga Lidya, Cathy Sharon, Rachel Maryam, dan Happy Salma.

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/3YW7W3TFSTg" width="500" height="281" wmode="transparent" /]

Jumat (15/2/2013), UseeTV mengajak blogger dan undangan lain untuk menonton bareng film Rectoverso - Cinta Yang Tak Terucap di XXI Plaza Senayan. Pada jam 18:00 WIB - selesai.

pic by: UseeTV

pic by: UseeTV

Pevita Pearce

Pevita Pearce

Saat itu, saia terlambat datang di lokasi. Lebih tepatnya, terlambat dua jam. Alhamdulillahnya, film Rectoverso belum diputar. Jadi selama pukul 18:00 - 20:00 diisi sambutan dari sponsor dan sekaligus memperkenalkan ambasador UseeTV, Pevita Pearce.

Awal film yang dimulai dari cerita “Malaikat Juga Tahu” menyajikan permainan biola dari Abang (yang diperankan Lukman Sardi). Musik yang enak didengar dan tatanan rambut yang (menurut saia) nyentrik, ternyata berbanding terbalik apa yang dialami Abang saat itu.

Dari sikapnya, ternyata Abang menderita autisme. Walau pun hidupnya memiliki ‘kekurangan’ namun tidak pada hati dan jiwanya. Jika dilihat dari sifat kebiasaannya, terlihat perfeksionis pada saat menyusun dan menghitung sabun. Dan dalam cerita ini, dia sebagai anak dari pemilik kos.

Leia (Prisia Nasutin), penghuni kos, bisa mengimbangi cerita drama ini. Alih-alih memberikan perhatian kepada Abang sebagai manusia yang berkepribadian khusus, memicu sebuah cerita yang apik hingga akhir.

Perhatian itulah yang menjadi konflik dari perjalanan ceritanya. Timbul perasaan jatuh cinta terhadap Leia, padahal si Leia sedang kasmaran dengan Hans (adik Abang). Sebuah cinta yang bertepuk sebelah tangan bagi Abang.

Ibu Abang dan Hans, sekaligus Ibu kos Leia, cemas mengenai polemik cinta diantara mereka. Mencoba memberikan pengertian kepada Hans dan Leia jika mereka ingin hidup saling mencinta. Awalnya, ibu meminta mereka berdua untuk terlihat ‘tidak terjadi apa-apa’ di depan Abang. Namun, karena mereka menolak dengan penjelasan ibu, maka dengan berat hati ibu ingin mereka berdua jauh dari kehidupan Abang.

Sumpah! Cerita ini membuat saia menitikkan air mata (maklum melankolis). Apalagi saat Abang mendapati kamar kosong yang biasanya dihuni oleh Leia. Perasaan sedih pada Abang, ditambahi alunan lagu Glenn Fredly yang menyanyikan lagu Malaikat Juga Tahu. Wa… Air mata tiba-tiba keluar tanpa persetujuan dari saia…

courtesy pic: detikHot

courtesy pic: detikHot

Klimaksnya, pada menjelang akhir sebuah cerita. Saat Leia membuka sebuah amplop dari Ibu dan membaca isi corat-coret dari Abang yang isinya, “Seratus itu sempurna, tetapi kamu satu lebih dari sempurna“. Sebuah kata-kata indah yang tidak mungkin terucap dari Abang kepada Leia… Sukses membuat saia mewek lagi…

Maaf, saia tidak menceritakan isi cerita yang lainnya. Lebih baiknya kalian menonton sendiri. Kenapa? Kemungkinan kesukaan saia berbeda dengan kesukaan anda. Yang jelas dari film Rectoverso ini, kita dapat memetik sebuah pelajaran yang indah. Jika memang jatuh cinta, jangan terlalu lama dipendam, lebih baik utarakan saja. Diterima alhamdulillah, ditolak itu biasa.

Setidaknya, lebih baik pernah mencintai daripada tidak dicintai sama sekali.


TAGS omnibus film rectoverso nonton bareng


-