Apresiasi Provider Telco Terhadap Pelanggannya

30 Oct 2015

Selain mencari nafkah di ibukota sejak tahun 2011 silam, saya mulai menetapkan penggunaan paket data internet pada jaringan CDMA. Alih-alih digunakan sebagai back-up dari jaringan GSM yang saya gunakan sebelumnya, demi kebutuhan pekerjaan yang sifatnya online. 

Seiring dengan kebiasaan, yang GSM mulai digunakan istri untuk kebutuhan internet kesehariannya. Selain nomornya cantik, banyak angka kembar yang menarik dan mudah diingat. 

Otomatis yang CDMA, saya jadikan sebagai penyedia layanan internet yang utama. Baik untuk kebutuhan pekerjaan dan juga kebutuhan pribadi. 

Faktor lokasi tempat tinggal yang dekat dengan BTS-nya, menambah keyakinan saya untuk mempertahankannya selama hampir 4 tahun. Koneksi internetnya yang stabil, juga saya rasakan di lingkungan tempat kerja. Alhasil, sayang jika berpindah provider lain walau ada yang menawarkan lebih murah. 

Pengalaman lain saat menggunakannya, tercatat 3 laporan ke akun twitter officialnya saat jaringan internetnya hilang (down). Dan biasanya, setelah melakukan re-start atau cabut lalu colok lagi, kembali normal seolah-olah tidak terjadi apa-apa. 

Masalah yang paling sering saya hadapi dalam penggunaannya adalah, tidak bisa mengontrolnya. Terlena karena kecepatannya yang tinggi, setiap hari selalu melakukan aktivitas download, upload, nonton situs video hingga streaming. Tak pelak, kuota internet selalu habis sebelum waktunya. 

Hebatnya lagi, modem yang saya gunakan ini tak pernah mengalami kendala. Walau dipakai setiap hari dan hampir tak pernah lepas dari colokan, barang (device) masih awet dalam 4 tahun ini. Alhamdulillah…

Mini Wifi Andromax M2S

Beberapa hari terakhir selama sebulan kemarin, setiap kali membuka situs selalu keluar pop-up dari provider telco tersebut. Isinya tentang iklan promo, dimana mendapatkan potongan harga hingga lebih dari 50% jika menukarkan modem lama ke modem 4G LTE yang baru. 

Jujur aja, selain merasa terganggu dengan notifikasi tersebut juga tidak tertarik dengan penawarannya. Modem yang saya gunakan ini sangat mumpuni daripada yang lain. 

Faktor untuk mendapatkannya juga butuh perjuangan dan menyisihkan tabungan, seolah-olah modem hebat ini cuma dihargai sekian ratus ribu. Dalam hati, saya tidak rela dengan harga penawarannya jika dibandingkan dengan kehebatan modem yang saya gunakan. Alhasil, saya tidak pernah menghiraukan semua notifikasi dari provider tersebut. 

Mungkin karena ingin memberikan apresiasi terbaik kepada pelanggannya, provider telco CDMA ini mengirimkan SMS ke modem yang saya gunakan. Entah bagaimana, mereka kok bisa tahu keinginan saya yang sebenarnya. 

Berikut ini isi SMS-nya :

Saat itu juga, saya bersorak kegirangan sambil bergumam, ‘Ini baru penawaran sekaligus solusi yang terbaik!

Tanpa banyak waktu, segera langsung menuju lokasi yang dimaksud setelah pulang kerja. Walau potongan harganya tidak sampai 50%, namun angkanya sudah cukup mendekati ke modem MIFI yang saya idamkan, yaitu MIFI Andromax M2S

Saya memilih warna biru karena menarik daripada 2 warna yang ditawarkan mbak-mbak layanan pelanggan (baca: customer service). Selain sudah punya warna merah dari modem sebelumnya, tampilannya lebih menarik saat pencahayaan terang. 

Bentuknya yang unik menyerupai persegi, juga menjadi faktor daya tarik dari mata saya. Bodinya yang mungil dan cukup dalam genggaman tangan, juga tidak licin karena permukaannya yang keset. 

Faktor lainnya, modem besutan LG ini dibuat di Indonesia. Mempunyai 2 antena pemancar (transmitter) dan 2 antena penerima (receiver). Dimana kegunaan antena tersebut, memberikan kemampuan menangkap sinyal dan memancarkan sinyal yang lebih kuat, sehingga proses koneksi dapat berjalan lebih baik.

Penyematan chipset Qualcomm MDM 9320 ke dalam modem tersebut, memberikan kinerja yang maksimal namun dengan daya yang minimal. Tak heran jika pemakaian bateray menjadi lebih hemat hingga 10 jam jika digunakan, dan 300 jam saat posisi siap (stand by) karena kapasitasnya 2000mAh. 

Berbeda dengan pendahulunya yang bisa berbagi data hingga 32 perangkat, MIFI Andromax M2S terbatas hanya 15 perangkat. Dan kekurangannya lagi, hanya bisa digunakan pada jaringan 4G LTE. Jadi, jangan harap bisa terkoneksi dengan baik walau lokasi anda sudah tercakupi koneksi jaringan REV B. 

Begitulah… Sebagai pelanggan cerdas, harus pandai memaklumi keadaan tersebut. Setiap produk yang dikeluarkan, selalu ada kelebihan yang menutupi kekurangan. 

Dari hasil uji coba, saya sangat puas dengan kecepatannya (walau sempat ada kejadian lucu). Tapi tidak puas dengan kuota paket data yang ditawarkan. 

Ibarat air dalam ceret air pada saat dituangkan ke dalam gelas, semakin besar lubangnya maka semakin cepat pula habisnya. Akhirnya, modem provider CDMA ini kembali lagi menjadi back-up karena dirumah menggunakan yang kecepatan fix dan unlimited. 


TAGS gadget teknologi


Postingan Terkait

Comment
-