Peluang Xtreamer DVB-T2 Bien di Era Televisi Digital Indonesia

15 Nov 2015

Komersialilasi siaran televisi digital, sudah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2012. Tak pelak, Kemenkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo Nomor 32 tahun 2013 sebagai payung hukum penyelenggaraan penyiaran TV digital dengan konten yang telah disesuaikan dengan putusan MA.

Beberapa bulan terakhir, saya memang diajak bergabung di forum online komunitas pengguna Set Top Box (alat penerima siaran televisi digital) Indonesia. Hampir setiap hari, diskusinya selalu ada topik baru untuk dibahas dan ramai. Walau masih ada beberapa yang numpang iklan berjualan alat tersebut, namun tetap menarik untuk diikutinya.

Pada hari Kamis (12/11/2015), saya membaca artikel mas Yudi (reporter detikInet) yang ada di SINI! Mengingat pro dan kontra mengenai siaran digital, saya memberanikan diri untuk meminjam STB yang sedang di-reviewnya.

Beralasan ingin mencoba kualitas penerimaan di tempat tinggal, apakah sudah cukup terjangkau atau tidak. Alhamdulillah, doi bersedia meminjamkan STB tersebut hingga hari Senin (16/11/2015) besok.

Sesampainya dirumah, langsung menyiapkan beberapa alat dukungan tambahan karena di dalam box hanya tersedia STB, remotenya dan buku manual penggunaan. Persiapannya mulai dari kabel HDMI, kabel RCA, tentunya juga perangkat televisi yang menggunakan antena luar dan dalam.

Perlu diketahui bersama, dirumah menggunakan antena UHF original yang bintang iklannya diperankan oleh bang Mandra. Dipasang pada tiang setinggi 6 meter dan diletakan pada lantai dua. Sedangkan untuk yang di dalam (indoor), menggunakan antena wajanbolic buatan sendiri.

Awalnya saya menggunakan kabel RCA untuk disambungkan ke televisi karena sambungan HDMI digunakan untuk saluran TV Kabel. Setelah semuanya pada posisi ON (menyala), televisi mengeluarkan notifikasi ‘No Signal’ alias tidak tersambung.

Berasumsi kabelnya bermasalah, saya pun mengganti kabel RCA yang baru. Sayangnya, STB masih tetap tidak tersambung pada televisi yang biasa digunakan untuk menonton. Padahal sesuai dengan arahan buku manual, saya (merasa) sudah mengatur (setting) dengan benar karena saat pindah colok ke DVD Player tersambung dengan baik.

Segera cabut dan menggantinya dengan kabel HDMI, baru tersambung dengan lancar. Segera melakukan scanning (mencari signal) otomatis, seperti halnya dilakukan pertama kali saat mempunyai televisi baru.

Dari hasil scan, tercatat 32 siaran siaran yang ditangkap dengan baik. Sayangnya, hanya 16 siaran saja yang bisa ditampilkan pada televisi secara jernih karena lainnya masih berupa gambar pelangi.

Berbeda pada saat menggunakan antena dalam ruangan, walau tipe yang saya gunakan bentuknya wajanbolic tetap saja tidak mendapatkan siaran satu pun. Besar kemungkinan, terhalang oleh dinding beton rumah dan terhalang oleh gedung-gedung bertingkat di sekitar tempat tinggal (wilayah Jakarta Timur).

Kesimpulan Hasil Uji Coba

Secara keseluruhan, STB Xtreamer DVB-T2 Bien dibilang cukup baik dalam mendukung upaya pemerintah tentang hal siaran televisi digital. Kualitas gambar dan suara bisa dibilang cukup jernih. Walau masih kalah jauh jika dibandingkan hasil dari TV Kabel yang sama-sama berformat HD.

Cukup merogoh kocek 250-270 ribu rupiah, anda bisa membelinya di beberapa toko elektronik. Selain itu, banyak juga toko online yang menawarkan STB tersebut dengan lebih murah dan jangan lupa ceritakan pengalamannya saat berbelanja online pada tematik mingguan blogdetik yang ada di SINI!

Peluangnya di ceruk pasar siaran televisi digital Indonesia, STB Xtreamer DVB-T2 Bien mempunyai kesempatan yang tinggi. Selain harganya yang murah, bentuknya juga ringkas dan tidak terlalu memakan banyak tempat untuk peletakan di samping televisi.

Jika anda ingin terbebas dari ’semut’ pada siaran televisi analog, sudah selayaknya harus memilikinya. Menonton jadi lebih asyik dan tentunya siarannya masih dinikmati dengan gratis.

Review dalam bentuk Vlog, silakan lihat di bawah ini :

Berbeda dengan saya, Berhubung sudah berlangganan TV Kabel dan sekaligus internetnya, sepertinya belum mempunyai alasan yang kuat untuk memilikinya sebagai kebutuhan utama :D


TAGS Teknologi review


Comment
-