Unsur Edukasi Untuk Anak Dalam Film ZOOTOPIA

1 Mar 2016

Saya mengetahui film ZOOTOPIA dari Davina (keponakan), ketika minta ingin ditraktir nonton bioskop. Secara pribadi yang menyukai film animasi (cartoon), saya cuma bisa mengiyakan karena diancam doi akan terkena penyakit jerawat jika tidak dipenuhi. 

Doh! Keponakan yang berumur dibawah lima tahun ini, rupanya sudah ‘kemakan’ iklan dari produk pembersih wajah. Mohon dimaklumi ya.. Kelakuannya yang bikin gemes, bikin semua orang jadi tertawa dan makin menyukai tingkah lakunya. 

Sengaja menuju di kawasan perkantoran Jakarta Selatan, untuk mencari tempat menonton yang jarang dikunjungi orang. Sayangnya, prediksi kami meleset. Ternyata, bioskop Setiabudi One sangat ramai dikunjungi orang pada hari Minggu (28/2/2016) siang kemarin. 

Walau hujan sejak subuh, tak mengurangi niat kami dan keluarga yang lain untuk memberikan hiburan kepada anak-anak. Antrian yang memanjang saat pembelian tiket, jadinya kami kebagian tempat di kursi paling depan dengan layar. Alhamdulillah.. Yang penting bisa nonton dengan seluruh keluarga.

REVIEW FILM ZOOTOPIA

Film animasi yang termasuk dalam genre anak-anak hingga remaja ini, bisa dibilang berkategori petualangan. Disutradarai oleh Byron Howard, Rich Moore dan Jared Bush (sebagai co-director) dan naskah ceritanya ditulis oleh Jared Bush bersama Phil Johnston.

Film yang mengisahkan perjalanan cerita seorang polisi wanita bernama Judy (pengisi suaranya Ginnifer Goodwin), di sebuah kota ZOOTOPIA. Semacam kota modern tapi dihuni oleh hewan yang sudah mengalami evolusi secara positif. 

Dalam film animasinya, Judy adalah hewan kelinci yang memang punya cita-cita tinggi sejak masih kecil. Dimana keluarga kelincinya yang selalu bangga dengan rutinitas sebagai petani, dia ingin menjadi polisi agar bisa menciptakan rasa aman dan memberikan keadilan bagi siapa saja. 

Dalam alur cerita, mayoritas yang menjadi polisi adalah hewan yang memiliki badan besar, buas dan kuat. Misalnya gajah, kerbau, serigala, macan, singa, beruang dan sejenisnya. 

Mengingat satu-satunya hewan yang bertubuh kecil, Judy berusaha sekuatnya agar bisa diterima di kepolisian. Semangatnya yang tak pernah menyerah, akademi polisi tak hanya menerimanya sebagai anggota baru bahkan mendapatkan predikat paling terbaik dari angkatannya.

Bukan film namanya jika tidak ada konflik di dalam alur ceritanya. Polwan yang baru memulai karirnya di kota besar, mendapat tugas memecahkan kasus dalam waktu 48 jam. Apabila gagal, dia harus mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. 

Sebagai polisi wanita yang mempunyai predikat terbaik, Judy menyanggupi tantangan dari bosnya si kerbau jantan pemarah. Memanfaatkan kecerdikannya, berhasil mengajak Nick (pengisi suaranya Jason Bateman) si rubah penipu menjadi partnernya. 

Ada kelucuan dalam perjalanan mereka berdua. Walau diawal pertemuan mereka tak akur, namun di akhir cerita malah menjadi mitra yang terpisahkan.

Secara tersirat, film ini tak hanya memberikan hiburan semata kepada anak-anak. Ada unsur edukasi yang ditanamkan pada setiap ceritanya. Mulai dari mencari solusi dari segala permasalahan, hingga menjadi orang baik yang selalu dicap sebagai ‘orang nakal’. 

Saya sangat suka film garapan Walt Disney ini, karena ada Idris Elba, Alan Tudyk dan Shakira. Tak pelak, saya menikmati film ini dari awal hingga akhir. Berikut ini teasernya :

Anda belum menonton? Coba segera kunjungi bioskop terdekat!


TAGS film review zootopia


Comment
-