Jangan Melewatkan Kuliner Ini Saat Berada di Yogyakarta

23 Apr 2016

Kegiatan Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 yang mencari ikon muslimah, dilakukan secara roadshow hingga 10 kota. Yogyakarta sebagai kota yang ketujuh, dilaksanakan pada hari Rabu - Kamis (21-22 April 2016) dan bertempat di Kampus UIN Sunan Kalijaga.

Bersama tim yang lainnya, kebetulan saya mendapat amanah di kota yang terkenal dengan kuliner Gudegnya. Usai menunaikan pekerjaan dengan baik, tak lupa memanfaatkan waktu yang sempit tersebut dengan menikmati kuliner kota pelajar ini.

Berikut ini beberapa kuliner yang sempat saya nikmati dan anda jangan melewatkannya saat berada di Yogyakarta, yaitu :

1. Pecelan Depan Pasar Beringharjo

Lokasinya di depan persis pintu masuk pasar Beringharjo, kawasan jalan Malioboro. Harga seporsinya cukup murah dan juga ada beraneka lauk untuk menambah kelezatan kuliner tersebut.

Mulai dari sate usus ayam, sate jerohan ayam, sate udang, tempe mendoan dan sebagainya. Penjualnya juga ramah dan uniknya, dimana kita makan disitu kita bayar. Contohnya kita makan pecel di lapak A, lauknya di lapak B maka bayarnya harusnya di dua tempat tersebut.

2. Angkringan Sekitar Stasiun Tugu

Kuliner yang murah meriah ini, selalu ramai dikunjungi berbagai orang. Baik warga lokal atau pun turis domestik. Lokasinya yang berada di sekitaran stasiun kereta api Tugu, banyak pedagang angkringan yang berjejer di pinggir jalan.

Tempatnya yang cukup bersih, tak heran jika banyak pelanggan yang betah nongkrong. Kulinernya pun beraneka ragam. Nasi kucing yang beraneka rasa dan berbagai macam makanan berupa sate (ditusuk). Minuman dingin dan panas juga ada.

3. Bebek Goreng Cak Koting

Lokasinya yang berada di dekat Fly Over Jl. Sutomo, tetap ramah melayani kami yang datang pada saat jam tutup warung. Kami yang baru selesai bekerja hingga jam 22.00, petugasnya masih sigap menghidangkan pesanan makanan.

Mulai dari burung dara goreng, bebek bakar dan goreng, hingga ayam goreng. Rasanya sangat lezat dan membuat saya ketagihan berkunjung lagi jika datang ke Yogyakarta.

Minuman beraneka ragam juga ada dalam sajiannya. Ada yang panas dan ada pula yang dingin. Sayangnya, jika pesan minuman manis, harus mengaduk gulanya terlebih dahulu.

4. The House of Raminten

Kami mengunjungi tempat ini karena lokasinya yang dekat dengan masjid untuk sholat Jumat. Tidak jauh dari bandara karena bisa cek-in pesawat pulang tepat waktu.

Secara pribadi yang tidak membeli sendiri, saya menikmati Es Dawet yang ukuran super jumbo. Gelasnya yang sangat besar, namun dawetnya sangat enak.

Kuliner yang lain tidak sempat kami cicipi karena mengejar waktu untuk ke bandara. Kapan-kapan mampir lagi kalau pas selo.

Untuk yang lainnya, akan saya tulis dalam postingan yang berbeda. Sebab kami harus mengejar pesawat agar tidak terlambat.

Terima kasih Yogyakarta!


TAGS kuliner


-