The Power of Kepepet Dalam Menulis

28 Apr 2016

Saat masih sekolah dasar, saya paling senang dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Bu gurunya asyik saat menerangkan materi pelajaran, dan juga pandai bercerita saat topik mendongeng. 

Pesan yang masih saya ingat dari bu guru adalah, bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Jika suatu saat bepergian keliling pulau Indonesia, tak ada kesulitan saat berkomunikasi dengan masyarakat lokal. 

Selain itu, materi yang paling saya senangi adalah mengarang. Sebab semua murid diberikan waktu selama dua jam untuk membuat tulisan karangan satu lembar kertas folio bergaris. 

Secara pribadi, saya termasuk siswa yang nakal saat itu. Memanfaatkan waktu panjang dengan bermain bola, dan baru mengerjakan karangan dalam waktu setengah jam. Agar bisa mencapai selembar halaman dalam waktu yang tepat, sengaja menulis dengan huruf yang besar-besar agar penuh. 

Herannya, nilai karangan yang saya buat selalu mendapat nilai diatas rata-rata. Padahal jika dibaca dengan jelas, masih banyak yang salah dalam pengaturan kata.

Apakah ini yang dinamakan ‘The Power of Kepepet‘ ya? Entahlah..

Seiring bergulirnya waktu, kegiatan mengarang dan menulis masih saya lakukan hingga saat ini. Baik dalam lingkungan pribadi, juga dalam pekerjaan sehari-hari. 

Bedanya sekarang ini, tidak lagi mengandalkan jurus ‘kepepet’. Semua tulisan harus tertata dengan baik dan terstruktur dengan rapi. 

Mulai belajar lagi penerapan SPO+K, dan juga peletakan tanda baca. Walau sudah dibaca berulang kali sebelum menerbitkan (publish). 

Sayangnya, terkadang masih kurang sempurna! Mulai dari penggunaan kata yang kurang sesuai, hingga kurang enak saat dibacanya. 

Namun hal itu tak pernah menyurutkan saya dalam menulis. Saya mengganggap semua itu sebagai koreksi yang bermanfaat. Siapa tahu nantinya saya bisa menjadi penulis yang hebat.. Amin! Hehehe..

Beruntungnya saya yang masih ngeblog di blogdetik, satu-satunya penyedia layanan blog buatan anak Indonesia ini, memberikan kesempatan lebih banyak belajar menulis. Bahkan sekarang ini, tak perlu khawatir lagi jika tak dibaca oleh orang. 

Bagaimana tidak? Semua tulisan yang masuk, bisa dibaca juga oleh pembacanya detikcom dan kanal-kanalnya. Mulai dari berita, kesehatan, teknologi, otomotif, olahraga, sepakbola, makanan dan sebagainya.

Belum lagi tulisan yang dinaikan HEADLINE oleh admin blogdetik. Selain terpampang jelas di halaman depannya, juga di twit oleh akun twitter @detikcom yang memiliki lebih dari 12 juta follower. Bahkan langsung mendapat 100 poin dari detikrewards pada program kemarin (sebelum sistemnya dibenerin).

Wajar dong… Jika penulis di blogdetik selalu bangga dan pamer di sosmednya jika tulisannya masuk HEADLINE. Sebab, tak semua penulis mendapatkan kesempatan tersebut. 

Walau hanya sekali, tulisan saya pernah naik HEADLINE lho… Entah itu adminnya sedang khilaf atau mengantuk pada saat itu. Namun, hal tersebut memberikan kebangaan tersendiri karena memberikan manfaat kepada yang membaca. Setidaknya, ini adalah prestasi terbaik dalam melakukan kegiatan menulis. 

Oh ya? Apakah anda juga mempunyai pengalaman mengesankan saat tulisanmu naik? Kalian bisa ikutan program pengumpul HEADLINE blogdetik.

Denger-denger sih… Hadiahnya berupa tshirt ekslusif terbaru dari blogdetik untuk 10 orang. Pelaksanaannya dimulai tanggal 27 April hingga 26 Mei 2016.

Informasi selengkapnya, kalian bisa membacanya di SINI!


TAGS event


Postingan Terkait

-