Belajar Bikin Film Menjadi Mudah dengan DJI OSMO

7 Sep 2016

Era vlogging dan yutuber sekarang ini, memberikan peluang yang cukup menarik bagi vendor gadget kamera video. Ditunjang dengan munculnya keberadaan komunitas videografi yang muncul bak cendawan di musim hujan, banyak anggotanya yang tertarik untuk memiliki gadget video kamera. 

Kehadiran DJI OSMO pada tahun 2015 kemarin, memikat sebagian orang untuk memilikinya. Selain para pemula (seperti saya), kalangan profesional di bidang videografi pun tertarik mencoba konsep modular yang ditawarkannya. 

Gadget yang merupakan perpaduan antara monopod dan action camera tersebut, memberikan hasil video stabil dan mengurangi getaran pada tangan. Monopodnya yang berfungsi sebagai joystick, mengatur gerakan kamera yang disandingkan dengan gimbal 3-axis-nya. 

Sensor kameranya yang berukuran 1/2,3 inchi, mampu memotret dengan baik pada resolusi 12 megapixel. Lensanya yang bersudut pandang 94 derajat, bisa merekam video 4K dengan efek sinematik. 

DJI OSMO juga menyematkan fitur slow motion, tak heran jika penggunanya bisa merekam video dalam resolusi 1080p 120 fps. Mengingat kualitas voice-nya yang kurang, disediakan port jack audio 3,5 mm untuk penggunaan microphone eksternal. 

Tak heran jika belajar bikin film menjadi mudah dengan DJI OSMO. Selain teknologinya yang sudah cukup canggih, harganya pun terjangkau bagi para peminat videografi. 

Fenomena yang bisa dibilang menguntungkan ini, dimanfaatkan baik oleh toko kamera di Pasar Baru, Jakarta. Sebut saja Aneka Foto, menawarkan berbagai diskon menarik untuk dagangannya yang berupa kamera foto dan video.  

Secara pribadi, DJI OSMO banyak membantu saya dalam membuat film pendek secara spontan dan footage. Hasil videonya, bisa dilihat pada bawah ini :

Jangan lupa untuk menotnon unboxingnya di bawah ini :


TAGS teknologi videografi


Postingan Terkait

Comment
-