Apa Jadinya Jika Pahlawan dan Penjahat Bersatu Menyelamatkan Dunia?

12 Apr 2017

Sesuai dengan judulnya, lalu siapa yang menjadi biang keroknya?
Jika pahlawan dan penjahat saling bahu-membahu menyelamatkan dunia? 

Kamis minggu lalu (6/4/2017), akun twitter @mbatitis posting perihal #nobarHOTmovie Fast and Furious 8. Secara pribadi yang menyukai film aksi, ini adalah kabar yang menyenangkan. 

Melalui rekomendasi teman, saya pun memberanikan diri untuk mencolek embaknya. Memberikan penawaran yang saling menguntungkan, yaitu menjadi asisten pribadinya dan bertugas sebagai koordinator kegiatan nonton bareng bersama detikers yang sudah diposting di SINI!

Gayung pun bersambut, @mbatitis yang terkenal baik hati ini, menyetujui penawaran itu. Saya pun mendapat keuntungan menonton film Fast and Furious 8 dengan gratis dan paling pertama di Jakarta, sebab tayang perdananya baru dimulai tanggal 12 April 2017. 

Film yang berdurasi 136 menit ini, langsung diawali dengan keindahan tubuh seksi wanita dari Kuba. Dalam scene tersebut, ceritanya Dom (Vin Diesel) dan Letty (Michelle Rodriguez) sedang bulan madu. 

Dalam scene itu juga, Dom menantang seorang rentenir untuk adu balap mobil di jalanan Kuba. Bagi yang menang, berhak mendapatkan sebuah mobil balap (racing) yang menurut saya sangat keren. 

Aksi balapan di jalan raya itu, sangat menegangkan. Saya sempat terkesima dengan tim yang bertugas menghentikan mobil-mobil lain di persimpangan (stopper kali ya). Salut dengan kecekatan dan kecepatan mereka. 

Bagi Dom, mobil adalah alat dan pengemudi yang bisa mengatur kecepatan. Walau menggunakan mobil butut, pria botak ini mampu mengalahkan lawannya yang memakai mobil settingan balap. Banyak pesan moral yang disampaikan oleh Dom pada awal scene film ini. 

Pada scene selanjutnya, Dom bertemu dengan Chiper (Charlize Theron) dan terlibat pembicaraan yang sangat penting. Yang mana akhirnya, menjadi alasan Dom untuk mengkhianati ‘keluarganya’. 

Film aksi yang disutradarai oleh F. Gary Gray ini, banyak menyelipkan unsur komedi dari masing-masing aktor pendukungnya. Secara dominan, komedi lebih banyak tercipta dari Roman Pearce (Tyrese Gibson).

Dibandingkan film sebelumnya, scene Fast and Furious 8 terkesan loncat-loncat yang dikarenakan sebab-akibat. Saat penonton mulai berpikir, ‘Kok bisa begitu?’, langsung dihadapkan dengan scene jawaban. Tak heran, penonton pun bisa menikmati setiap detail filmnya. 

Film yang ditulis oleh Chris Morgan ini, menyajikan banyak unsur kejutan dalam ceritanya. Siapa nyana, tiba-tiba mereka yang dianggap pahlawan atau penjahat, malah saling bahu-membahu menyelamatkan dunia. Bahkan berniat untuk menggagalkan niat jahat dari seseorang yang dianggap sebagai biang kerok.

Secara overall, film yang diproduksi oleh Universal Pictures sangat cocok ditonton bersama keluarga. Namun untuk baiknya, range usia yang pantas adalah 13 tahun ke atas. 

Melalui tulisan ini, terima kasih kepada mbatitis yang sudah mengizinkan menjadi koordinator #nobarHOTmovie @detikHOT.

Penasaran dengan keseruan filmnya? Hm.. Keknya sudah tayang tuh di beberapa bioskop ternama.

Yuk! Buruan nonton, biar tahu siapa biang kerok sesungguhnya dalam film Fast and Furios 8 ini!


TAGS film Review Film


-