Menjajal Motor Listrik Viar Q1 di Hari Lebaran

4 Jul 2017

Seminggu sebelum libur lebaran (25-30 Juni 2017) kemarin, saya ngobrol dengan Mohammad Lutfhi Andika. Doi yang berprofesi sebagai Former Journalist Otomotive di www.detikoto.com, memberikan tips cara menulis yang baik dan benar sesuai dengan sudut pandang secara jurnalistik. Banyak ilmu bermanfaat yang saya dapatkan darinya. Mulai dari teknik dasar hingga pengembangannya dalam bentuk tulisan. 

Obrolan ringan tanya jawab tersebut, saya sempat melihat brosur motor baru yang menarik. Timbul kepo dalam diri saya untuk menanyakan keunggulan dan kekurangan daripada produk tersebut. Pria yang akrab dipanggil Lutfhi ini, menjelaskan dengan baik hasil review motor tersebut. Bahkan menawarkan kepada saya mencobanya karena produk tersebut ada di parkiran. 

TOP! Pucuk dicinta, ulam pun tiba!

Sepulang kerja, produk motor baru siap untuk dicoba. Sesuai dengan pengalaman pribadi (user experience), berikut ini catatan-catatan saat menjajal motor listrik Viar Q1:

  1. 15 menit pertama
    Kurangnya informasi awal, saya berkenalan dengan motor ini selama 15 menit. Viar Q1 ini berbeda dengan motor matic yang biasa saya pergunakan. Jika biasanya memutar kunci ke arah ON lalu pencet starter atau engkol mesin motor agar menyala.
    Sedangkan motor ini, harus memutar ke arah kiri (berlawanan jarum jam) untuk membuka jok, lalu mengarahkan saklar (mirip NCB) ke arah ON. Lalu memutar kunci lagi ke arah kanan untuk stand by. Pada posisi ini, saya kebingungan mencari tombol starter dan engkol karena memang tidak tersedia. Baru tahu ketika tuas gas diputar, roda belakang juga memutar dan bisa berjalan normal seperti motor pada umumnya.
  2. Perjalanan
    Saya memulai perjalanan dari kawasan Tendean Jakarta Selatan, menuju rumah yang berada di Kalimalang Jakarta Timur dengan jarak kurang lebih 20 KM. Selama perjalanan, ada dua fly over yang dilewati yaitu Tendean dan Pancoran. 
    Saat mulai naik di fly over, motor kurang bertenaga dan cenderung pelan. Ibarat manusia, ngos-ngosan saat naik karena ditambah beban pengendara. Alhasil, sering diklakson oleh pengendara yang di belakang karena lambat. 
    Sepanjang perjalanan, banyak pengendara motor dan mobil yang penasaran dengan Viar Q1. Tak sedikit diantaranya, menanyakan merk dan jenis motor yang saya gunakan, harga pasaran dan hingga batas maksimal kecepatan. Secara pribadi, motor listrik ini bisa saya geber pada kecepatan maksimal 58 KM/jam. 
  3. Kekuatan
    Di bagian kekuatan, saya mendapatkan pengalaman menarik. Dari kondisi batrey sebanyak 3 bar (dari 4 bar), daya tahannya langsung habis 10 meter tepat depan pagar rumah. Alhasil, saya terpaksa mendorong sebentar untuk dimasukan ke dalam rumah. 
    Agar bisa digunakan lagi, saya pun charge motor tersebut pada jam 21.30 WIB. Batrey baru penuh pada jam 02.17 WIB, saat menjelang sahur. Sesuai dengan brosurnya, harus di charge selama 5-7 jam untuk mencapai kondisi batrey 100%. 

Review bentuk video juga saya sertakan di bawah ini, 

Kesimpulan yang bisa saya berikan adalah, “tidak rekomen bagi yang baru belajar naik motor karena tuas gas sensitif!”. 

Melalui postingan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan www.detikoto.com atas kesempatannya untuk menjajal motor listrik Viar Q1 di hari Lebaran. 


TAGS motor review viar q1


Postingan Terkait

-