Inilah Pejuang Laut dari Indonesia Timur

23 Nov 2017

Bertepatan dengan Hari Perikanan Sedunia, 50 perwakilan masyarakat dari Provinsi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat bertemu di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Kota Ambon, Maluku. Selama dua hari (21-22/11/2017), mereka menyatukan komitmen bersama untuk mendukung upaya penyadartahuan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut dan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)-715 di tiga provinsi tersebut. Kegiatan yang diprakarsai oleh proyek USAID Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA), ditandai dengan peluncuran Pejuang Laut.

Para pejuang yang terdiri dari berbagai profesi masyarakat setempat, dibekali pengetahuan dasar terkait kondisi kelautan dan perikanan di WPP-715. Tak hanya itu, para pejuang yang juga dianggap tokoh panutan oleh komunitasnya, diperkenalkan juga teknik-teknik berkomunikasi pada masyarakat lainnya.

Melalui inisiatif Pejuang Laut, masyarakat pesisir diharapkan akan memahami konservasi dan pengelolaan perikanan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan upaya pelestarian laut melalui pembentukan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan pengelolaan perikanan berkelanjutan dapat berjalan sesuai harapan dan memperlihatkan hasil yang baik dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Mereka yang disebut sebagai Pejuang Laut adalah sekelompok nelayan, pemuka adat, pemimipin masyarakat pesisir, tokoh pemuda dan perempuan, lembaga swadaya masyarakat, pelaku bisnis, akademisi, hingga penyuluh perikanan.


TAGS laut pejuang indonesia ikan


Postingan Terkait

-