• 29

    Nov

    Membuat Atau Mengambil Sebuah Foto?

    Sebelum memiliki kamera DSLR sendiri, saya memang terbiasa meminjam dari saudara atau teman. Sesekali menyewa kamera jika tidak berhasil meminjam kamera. Dengan begitu, setidaknya saya pernah memegang dan mencoba kamera mahal walau belum mampu membelinya. Antusias belajar memotret yang saya miliki sangat besar, seringkali saya melihat-lihat hasil foto para fotografer amatir dan profesional. Pada saat melihat foto bagus, selalu terngiang-ngiang dalam pikiran, “Cih! Motret gitu aja kok susah-susah banget! Masak harus mengikuti kursus atau sekolah fotografi biar lebih bagus fotonya? Kan tinggal jepret aja! Saya juga bisa kalo cuma cekrek-cekrek doang!” Jujur, saya sempat menyepelekannya saat itu. Jauh sebelum saya benar-benar mendalami ilmu fotografi, dimana hasilnya tidak hany
  • 4

    Oct

    Masih Belajar Strobist-an

    Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya di SINI, postingan ini bisa dikategorikan sebagai tulisan sambungan. Tentunya dengan teknik yang berbeda, begitu juga dengan hasilnya. Hari ini (4/10/2014), saya belajar memanfaatkan cahaya matahari sebagai master (key) light. Flash Yongnuo YN560-III, saya fungsikan sebagai fill light dan ditambah reflektor yang difungsikan sebagai cahaya pantulan dari cahaya buatan. Untuk reflektor, saya sengaja membuat sendiri hanya bermodalkan sisa kertas kado lapis perak (silver), buku dan jepit jemuran. Beberapa lembar kertas HVS warna putih sebagai alas obyek foto, dan kursi sebagai alat bantu peletakan obyeknya. Obyek fotonya memang benda mati, namun ukurannya sangat kecil yaitu berdimensi 13 x 7,8 x 0,51 milimeter dan beratnya 1 gram. Saya agak kesuli
  • 19

    Apr

    Euforia Seorang Fotografer Pemula

    Secara definisi, fotografer pemula tak lepas dari kata-kata ‘masih belajar‘. Bahkan seringkali dihinggapi berbagai kesalahan dalam dunia fotografi, yaitu kurangnya pemahaman eksposure, konsep ISO, pengenalan kamera dan lainnya. Atas dasar itulah, saia masih di dalam kategori tersebut (pemula). Seperti fotografer pemula lainnya, terkadang saia juga membutuhkan pengakuan atas predikat sebagai ‘Fotografer‘. Atas dasar itulah, banyak foto-foto yang berhasil saia abadikan, selalu ada watermark bertuliskan “@gajahpesing“. Saia melakukan hal tersebut, seolah-olah ingin mengatakan kepada khalayak, “Ini adalah hasil foto saia“. Walau sebenarnya pengen pamer akun twitter :D Dalam mendalami ilmu fotografi, saia memang banyak membaca tutorial dari inte
  • 24

    Jan

    Cara Mudah Memasang Timeline Twitter di BLOGdetik

    Beberapa themes dari BLOGdetik memang sudah menyediakan fitur menampilkan akun twitter pemilik blog. Sayangnya, tidak bisa menampilkan timeline (atau garis waktu atau linimassa atau entahlah apa nama bahasa Indonesia-nya). Berhubung ada yang bertanya, maka segera membuat postingan tutorial ini. Berikut ini, cara mudah memasang timeline twitter di BLOGdetik : Login akun twitter anda dan pastikan milik anda sendiri, bukan milik orang lain. Klik settings yang letaknya ada di gambar rantai, pojok kanan atas. Klik tulisan Widgets yang ada di sebelah kiri. Klik tulisan dalam kotak ‘Create New’ (buat baru). Maka akan muncul tampilan halaman baru dan setting seperti gambar dibawah ini : Copy code yang ada di bawah kotak dan bila perlu paste dulu ke notepad agar tid
  • 15

    Jan

    Galau Memilih Lensa AF-S Nikkor 50mm F/1.8G atau AF-S DX 35mm F/1.8G

    Postingan ini bersifat pengalaman pribadi (user experience) dan juga menjelaskan dari puisi “Sayang… Aku Terpaksa Meminangnya…“. Sejak mendapat pinjaman lensa AF-S DX 35mm F1/1.8G dari @salman_faris, saia memanfatkan peluang ini secara maksimal. Tak terhitung berapa banyak obyek yang saia abadikan dalam frame kamera Nikon D3000 ini. Tak terhitung berapa lama waktu yang saia habiskan demi mendapatkan hasil moment yang terbaik dalam frame. narsis dengan lensa 50mm Secara hasil, lensa ini memberikan ketajaman dan menghasilkan gambar bokeh (gambar blur) di luar titik fokus. Bentuk fisiknya yang kecil, ringkas, ramping dan tidak terlalu berat jika dibawa untuk keperluan hunting (berburu) foto. Harganya yang masih terjangkau, menjadi idola bagi fotografer pemula sep
  • 17

    Dec

    Cara Mudah Membuat Studio Fotografi Sederhana

    Para penghobi fotografi pasti memiliki cita-cita memiliki studio fotografi sendiri. Namun, semuanya kembali kepada dana yang dimiliki mereka. Memiliki dana lebih, tentunya hal yang cukup mudah untuk mewujudkannya. Bagi yang memiliki dana terbatas, bukan hal yang tak mungkin jika memang niat untuk mewujudkannya. Secara pribadi, memiliki studio fotografi masih jauh dalam pemikiran saia. Namun karena ‘haus’ akan ilmu teknik memotret, pengen lebih banyak mengeksplorasi yang lainnya. Bahkan diluar kesadaran, timbul ide kreatifitas secara spontan saat saia melihat kain yang berwarna-warni di pasar (baca di SINI). Ya! Saia mempunyai ide untuk membuat studio fotografi sederhana. Bagaimana caranya? Siapkan bahan-bahannya seperti yang ada di bawah ini : Kain polos 1 warna Saat di pas
  • 28

    Nov

    Belajar Teknik Zooming

    Saat melakukan aktivitas Street Photography beberapa waktu yang lalu, @bengsin juga mengajari teknik memotret yang lain. Namanya teknik zooming, yang artinya memotret obyek diam namun dibuat seolah-olah bergerak. Anggap saja memanipulasi kamera agar menghasilkan foto dengan sudut ‘angle’ yang berbeda. Keunikan teknik zooming ini adalah mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Otomatis untuk penggunaan shutter speed-nya harus rendah dan kebanyakan menggunakan lensa tele (zoom). Pada saat memotret atau tombol shutter ditekan, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik). Untuk menghindari guncangan (goyang), penggunaan tripod sangat diperlukan untuk menopang ketahanan kamera tersebut. Untuk mendapatkan Po