Barang mewah sering dijadikan senjata untuk mencuri hati seseorang. Kalau seseorang sudah jatuh cinta, apa saja bakal dihalalkan segala cara untuk mendapatkan hati orang yang disukainya. Beberapa pria mengaku membelikan perhiasan, ponsel canggih, bahkan ada yang menawarkan liburan gratis demi pujaan hati. Tapi apa jadinya,kalau anda yang jadi sasarannya, apakah anda akan dengan senang hati menerimanya?
Mendapat hadiah mahal tidak selamanya menyenangkan, apalagi kalau di dalamnya tersimpan maksud tersembunyi. Apabila saia yang menjadi sasarannya, maka saia harus mengikuti kata hati agar tidak pusing nantinya. Mengapa begitu? Masih banyak orang menganggap, cara memberi hadiah mahal adalah trik ampuh untuk merayu seseorang. Namun terkadang, menerima hadiah, apalagi yang mahal harganya, bisa menimbulkan dilema. Di satu sisi saia juga kepengen memiliki hadiah yang belum tentu saia mampu membelinya, di sisi yang lain saia takut ada maksud tersembunyi.
Apakah hadiah-hadiah yang mahal itu bisa saia terima? Ada pepatah mengatakan, “Ada Udang dibalik Batu“. Saia mengatakan “Hadiah Berselimut Resiko“. Namun bukan berarti hadiah itu tidak saia terima lho.. Bagaimanapun juga, hadiah adalah hadiah. Saia memperolehnya bukan melalui barter atau “sogokan”, sehingga hadiah yang diberikan atas dasar “kerelaan” idealnya saia juga menerimanya dengan “kerelaan”. Jika saia termasuk orang begitu santai untuk menerima hadiah tanpa mempertimbangkan pesan politis didalamnya, dengan senang hati akan saia terima. Tapi saia juga harus perlu tahu resikonya, semakin berharga sebuah hadiah maka resiko “hutang budi” akan semakin besar, kemungkinan juga akan terkena “gunjingan” yang lebih tinggi.
Jika hadiah itu membuat saia merasa terpojokkan, hadiah tidak akan saia terima. Saia berusaha untuk menolak dengan halus (sambil tersenyum walau hati menangis) agar bisa dimengerti oleh si “Baik Hati” tersebut. Lain halnya jika saia menerima hadiah hasil usaha, maka dengan senang hati akan saia terima hadiah mahal tersebut. Bahkan bila perlu akan saia tulis di blog saia, agar nantinya semua yang membaca postingan ini tahu, darimana saia mendapat hadiah itu. Contohnya pada foto diatas, saia menang lomba menulis di acara Tumplek Blek Dunia Otomotif. Hadiahnya Rice Cooker, hadiah yang mahal bagi saia. Mengapa begitu? Saia tidak mampu membelinya saat itu, karena belum bekerja.
Begitulah tanggapan saia mengenai Dilema Hadiah, apalagi hadiah yang mahal. Suka-suka hati ini saat memutuskan menerima atau tidak. Jadi kapan anda-anda semua ngasih saia hadiah mobil atau rumah? #eh







Mas fayas kug kayak pengantar pizza ya?
[Reply]
gajah_pesing Reply:
February 20th, 2012 at 11:06
haiyes jelas nuw
[Reply]
Jika hadiahnya tulus dan tanpa pamrih kecuali dengan niat untuk ibadah, saya terima juga.
Salam hangat dari Surabaya
[Reply]
gajah_pesing Reply:
February 20th, 2012 at 11:06
alhamdulilah..
salam panas dingin dari Kalimalang
[Reply]
hadiah diberikan dengan rela, saya juga mau
salam dari pamekasan madura
[Reply]
bang anterin ke rumah ya ahahaha
[Reply]