• 27

    Jul

    Begini Caranya Memanfaatkan Hobi di Waktu Luang!

    Hampir dua bulan ini, saya sudah menempati kantor baru yang berada di lantai 9. Lokasinya yang strategis, memberikan keuntungan tersendiri bagi saya untuk memanfaatkan hobi di waktu luang saat bekerja. Salah satunya adalah hobi ngebrik alias radio komunikasi. Ketinggian pada tempat kerja yang baru, memberikan keuntungan maksimal pada propagasi (transmisi atau penyebaran sinyal dari suatu tempat ke tempat lain). Secara tidak langsung, radio komunikasi jenis Handy Talkie (HT) yang saya gunakan, lebih sensitif dalam penerimaan dan pancaran (dalam jarak tertentu) karena tidak terhalang gedung dan atau pohon. Saya memanfaatkan jam makan siang, untuk memaksimalkan hobi tersebut. Berinteraksi dengan sesama pengguna radio komunikasi di sekitaran tempat kerja, sambil silaturahmi melalui udara. Sa
  • 1

    Apr

    Pengalaman Seru Menjadi Operator Radio Komunikasi

    Jumat pagi hari, setelah bangun dari tempat tidur untuk persiapan rutinitas harian. Mulai dari memanaskan mobil dan motor, juga bersih-bersih sekitar rumah.  Sambil menyalakan radio komunikasi, berharap mendapatkan informasi dari rekan-rekan breaker yang mobile. Dimana radio komunikasinya terpasang pada kendaraan roda dua maupun empat.  Mereka sangat aktif membagikan informasi kepada yang lainnya melalui radio pancar ulang (repeater). Tak heran jika banyak rekan yang memonitor (mendengarkan) dan terkadang ikut larut dalam obrolan sehingga menambah keramaian.  Ada 3 radio pancar ulang yang biasa saya monitor, yaitu : RAPI Nasional yang berada di sekitar Gunung Salak, Jawa Barat RAPI Lokal 4 Duren Sawit, Jakarta Timur RAPI Lokal Bekasi Utara yang berada di Setu Bab
  • 28

    Mar

    Radio Pancar Ulang Bekasi Utara Sudah Aktif Kembali

    Radio Pancar Ulang (RPU) adalah perangkat yang digunakan untuk memperluas jangkauan komunikasi radio hingga radius 40-100 km, bahkan bisa lebih. Secara teknis, perangkat tersebut sangat membantu para pengguna Handie Talkie (HT) untuk berkomunikasi dengan yang lain dalam radius tersebut. Sejak menggunakan antena tambahan diluar ruangan (baca di SINI), daya pancar HT yang saya miliki bisa diterima dengan baik oleh beberapa RPU. Selain RPU nasional yang ada di gunung Salak Bogor, RPU Bekasi Utara juga bisa menerima dengan baik yang berada di Babakan, Banten. Tak hanya saya, RPU Bekasi Utara juga menerima dengan baik pancaran radio dari Tangerang Selatan, Bandung Selatan (Soreang), Karawang, Purwakarta dan sekitarnya. Alhamdulillahnya juga, rekan yang tergabung dalam RPU tersebut sangat baik.
  • 24

    Mar

    Efisiensi Memasang Antena Radio Komunikasi

    Sejak bergabung di komunitas RAPI Lokal 4 Duren Sawit Jakarta Timur, ternyata diterima dengan baik dan positif oleh seluruh anggota. Tak heran jika setiap malam, nama saya selalu dipanggil untuk diajak ngobrol dengan beberapa tema pengguna radio komunikasi.  Walau banyak diantaranya belum pernah ketemu secara langsung (kopi darat), terlihat sangat akrab di ‘udara’. Walau hanya sekedar saling sapa, banyak diantaranya ingin mengajak untuk minum kopi bersama.  Secara pribadi yang masih menggunakan HT, banyak rekan menyarankan untuk memakai radio komunikasi jenis RIG. Alasannya, agar obrolan saya juga dijangkau teman-teman RAPI yang lain dan bisa dikenal semuanya.  Sayangnya, saya kurang setuju untuk memiliki RIG. Selain belum masuk daftar kebutuhan yang m
  • 16

    Feb

    [vlogging] Menghubungkan HT China Terhadap WT Jepang

    Terkait dengan tulisan sebelumnya di SINI, saya mencoba berbagi tips seputar dunia radio komunikasi. Informasi yang saya bagikan dalam bentuk video blogging ini, berharap memberikan manfaat kepada teman-teman yang lain.  Vlogging yang saya angkat kali ini adalah ‘Cara Menghubungkan Handy Talkie buatan China terhadap Walkie Talkie buatan Jepang. Tanpa mengurangi hormat, merk HT dan WT juga saya jelaskan dalam video tersebut.  Seperti apa videonya? Anda bisa menontonnya di bawah ini :
  • 9

    Feb

    Serunya Tergabung Sosialisasi Warga Dalam Meningkatkan Keamanan

    Secara pribadi, saya bukan lagi dianggap sebagai ‘pendatang’ dalam wilayah komplek tempat tinggal. Berbekal kartu identitas berupa KTP, secara hukum sudah sah sebagai penduduk DKI Jakarta sejak tahun 2011.  Penyesuaian dan bergaul dengan masyarakat tempat tinggal, memang harus pandai membawa diri. Selain perbedaan penggunaan bahasa, juga beda kebiasaan dan perilaku dari tempat asal yaitu Surabaya.  Memiliki usia paling muda daripada warga tempat tinggal, tak heran jika sering bersosialisasi dengan mereka. Mulai dari kepengurusan organisasi, hingga sering menghadiri kegiatan-kegiatan yang digelar warga atas arahan ketua RT.  Kurang lebih selama 5 tahun ini, bisa dibilang keadaan sangat aman terkendali. Jikalau memang ada kejadian yang cukup berarti
-