• 28

    Feb

    Bangga Berkomunitas dan Bangga Berorganisasi Bersama RAPI

    Menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, bagi warga negara Indonesia yang memiliki radio komunikasi wajib didaftarkan. Selain terkait dengan izin penggunaan frekuensi yang sudah diatur oleh negara, banyak aspek menguntungkan yang didapatkan saat berkomunikasi di ‘udara’. Sayangnya, tak semua orang yang memaklumi hal tersebut. Selain informasi (promosi) dari pemerintah kepada masyarakat yang (menurut saya masih) kurang gencar, harganya juga lumayan mahal bagi kalangan mahasiswa. Dari sisi pedagang radio komunikasi, masih banyak yang memprioritaskan faktor keuntungan penjualan. Namun tak sedikit diantaranya, juga berbagi informasi tentang tata cara perizinan penggunaan perangkat tersebut. RAPI adalah kependekan dari Radio Komunikasi Antar Penduduk, organis
  • 25

    Feb

    Saya Harus Punya Izin Siar di Ibukota

    Sejak memiliki radio komunikasi secara portable (baca HT), tak terbendung untuk ‘menguping’ obrolan di udara. Walau hanya sekedar mendengarkan (istilahnya monitor), timbul keinginan ikut terlibat di dalamnya.  Sekitar tempat tinggal area Jakarta Timur, ternyata ada radio pancar ulang (repeater) komunitas warga. Dibawah organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), agenda kegiatannya tak hanya menjaga keamanan lingkungan. Musim hujan, mereka mengawasi penambahan volume debit air sungai di Banjir Kanal Timur (BKT). Terdengar jelas dari obrolan mereka melalui HT, ada beberapa pengawas yang siaga (stand by) pada beberapa titik kawasan tersebut. Istilah kata, mereka siap terjun ke lapangan untuk siap membantu jika diperlukan. Semalam (24/2/2016), saya mendengarka
  • 10

    Jan

    Pendengar Yang Baik

    Saia merasa sangat dihargai saat lawan bicara mau mendengarkan apa yang saia utarakan. Begitu juga halnya lawan bicara saia, pasti akan merasa sangat dihormati saat saia mendengarkan apa yang dibicarakannya. Listening is An Art Saat masih pacaran dulu, anda pasti merasa diperhatikan, didengarkan dan disayang. Sayangnya, lama-lama perasaan ini mulai hilang. Kenapa? Jawabannya sederhana, yaitu hilangnya kebiasaan “mendengarkan”. Walaupun sikap seseorang seolah mendengar keluh kesah pasangannya, namun sebenarnya mereka tidak lagi mendengarkan dengan hati, sehingga kepekaan sudah luntur. Akibatnya, respon yang disampaikan terasa hambar. Sesungguhnya “mendengar” tidak sama dengan sekilas mendengar saja. Mendengarkan adalah seni yang memerlukan kontrol emosi dan menggun
Prev -