• 20

    Oct

    Menjalin Silaturahmi Melalui Kopdaran Reuni Sambil Kulineran

    Secara pribadi yang keturunan suku Jawa, secara tidak langsung menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebudayaan tersebut. Walau ragam budayanya masih kental dengan tradisi Hindu-Budha (agama nenek moyang), namun sudah diakulturasikan dengan nilai-nilai Islam oleh Walisongo.  Menurut saya, budaya paling dominan dari masyarakat Jawa adalah ‘Ngumpulke Balung Pisah‘ atau lebih dikenal dengan kalimat “Menjalin Silaturahmi“. Tak heran jika sebagian orang menghubung-hubungkan garis darah keturunan dengan lainnya. Sederhananya, ‘dolor ketemu gede‘ atau ‘saudara yang ketemu saat sudah dewasa‘.  Alih-alih menghadiri pernikahan saudara dari keluarga istri di kota Surabaya, saya memanfaatkannya juga sebagai mudik (pulang kampung).  Pen
  • 17

    May

    Surabaya : Kopdaran, Kulineran dan Foto-fotoan

    Pertengahan bulan Mei 2014, saia dan istri mendapatkan izin cuti selama 3 hari di Surabaya. Tujuan awalnya memang menjenguk keadaan orang tua, namun ada waktunya untuk menikmati kuliner dan keindahan kota kampung halaman. Tepat di hari Minggu pagi, kami sudah mendarat di terminal udara Juanda. Sepakat naik bis Damri untuk menikmati jalanan dari Juanda ke terminal bis Bungurasih. Suasananya yang masih sepi dan tidak terlalu macet, perjalanan pun terasa sangat nyaman. Sesampai di terminal Bungurasih, kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan ke arah Taman Bungkul yang kebetulan ada kegiatan ‘Car Free Day‘. Bukan bermaksud olahraga sih.. Namun kami mendengar kabar jika ada event bagi-bagi es krim gratis dari perusahaan multinasional tersebut. Sayangnya, ketika taksi yang kami tu
-